
Pernahkah kamu membeli suatu Saham, Crypto, atau asset digital lainnya tanpa alasan dan exit strategy yang jelas? kita membelinya hanya bermodalkan harapan, harapan harganya akan naik setelah kita membelinya. namun sialnya harganya justru malah turun, saat turun 2% kita masih tenang, kita masih sangat yakin bahwa ini cuma koreksi wajar & harganya akan naik lagi nanti, gak lama kemudian tiba-tiba harganya turun lagi, dan perasaan kita pun mulai tidak tenang, agar lebih tenang biasanya kita gak mau buka Software OLT (Online Trading) yang kita pakai sampai kita merasa lebih tenang, kalaupun terpaksa harus membukanya pun kita akan pura-pura gak liat harga saham atau crypto yang nyangkut tersebut. ๐คฃ
Keesokan harinya kita mungkin sudah agak tenang dan ingin melihat saham atau crypto yang nyangkut kemarin -- sambil berharap harganya sudah rebound.. tapi lagi-lagi harganya justru turun lebih dalam. pada fase ini kita dihadapkan pada kondisi yang sangat dilematis, bagaikan makan buah simalakama, mau di-cut loss gak tega karena sudah turun terlalu dalam, mau di-hold pun takut harganya turun lebih dalam lagi. ๐ญ
Itulah pentingnya kita membuat Trading Plan sebelum kita melakukan pembelian, agar kita mengetahui alasan kenapa kita membelinya, seberapa besar resiko yang kita ambil, dan yang terpenting kita menjadi tahu kapan waktu yang tepat untuk melakukan Cut Loss & Take Profit.
Sebelum kita belajar membuat Trading Plan, kita harus mengetahui dulu apa saja komponen-komponen Trading Plan. berikut adalah komponen-komponen nya :
Ticker : ini adalah kode unik yang dimiliki oleh suatu Saham atau Crypto, bertujuan untuk membedakan dengan yang lain, contohnya saham PT Bank Central Asia Tbk memiliki ticker BBCA, atau Bitcoin memiliki ticker BTC.
Buy Price : ini adalah harga saat kita melakukan pembelian nantinya.
Sell Price : ini adalah target harga jual yang kita inginkan. atau sederhananya, kita mau Take Profit di harga berapa?
Stop Loss Price : ini adalah harga jual kita jika harganya justru malah turun, dengan kata lain rencana kita tidak sesuai harapan.
Risk Reward Ratio : Seberapa besar resiko yang kita kita ambil jika kita membeli saham tersebut? apakah kita bisa menerimanya? dan apakah sebanding dengan Reward yang akan kita dapatkan?
Quantity : Seberapa banyak Saham atau Crypto yang ingin kita beli?
Reason : Ini yang terpenting, apa sih alasan kita melakukan pembelian? apakah karena secara teknikal grafik candlestick-nya membentuk pattern Double Bottom? apakah karena bandar sedang mengakumulasi saham tersebut selama seminggu terakhir? atau justru hanya karena sedang di pom-pom oleh seseorang? ๐คฃ ๐
Sampai sini, mungkin kamu bertanya-tanya gimana sih cara menentukan kapan harus melakukan Stop Loss dan kapan harus melakukan Take Profit? saya akan membaginya menjadi 2 cara, yaitu berdasarkan harga dan berdasarkan kondisi.
Cara pertama adalah berdasarkan harga, misalnya kita membeli saham ADMR di harga Rp. 1.000 dan kita akan melakukan Take Profit di harga Rp. 1.200 (kita mendapat keuntungan sebesar 20%), dengan membatasi kerugian sebanyak 5% atau di harga Rp. 950.
Selain berdasarkan harga, kita juga bisa menentukan level Stop Loss & target Take Profit berdasarkan kondisi, misalnya kita membeli saham BBRI di harga Rp. 7.700, mungkin karena fundamentalnya bagus & secara konsisten mencetak laba puluhan triliun tiap tahunnya, jadi kita akan menjualnya nanti ketika fundamental BBRI mulai kurang bagus & mengalami kerugian.
atau contoh lainnya, misalkan kita membeli saham BRMS di harga Rp. 100, karena selama beberapa bulan terakhir, bandar sedang mengakumulasi saham ini. dan kita akan menjualnya nanti ketika bandar sudah mulai melakukan distribusi.
itulah tadi 2 cara yang bisa kita pakai untuk menentukan level Stop Loss & target Take Profit, sebenarnya kita juga bisa mengkombinasikan kedua cara di atas, karena jika kita hanya menentukan berdasarkan Kondisi, terkadang harganya sudah turun sangat dalam sebelum kondisi tersebut tercapai atau sebelum kondisi tersebut kita ketahui. ๐
https://schedio.alfin.devSchedio adalah salah satu aplikasi yang saya buat beberapa bulan lalu, aplikasi ini dirancang untuk membantu kita dalam membuat Trading Plan agar lebih mudah, dan bisa juga digunakan untuk memantau performa Trading kita. btw nama "Schedio" itu saya ambil dari bahasa Yunani yang artinya "Rencana" ๐
Aplikasi Schedio tersedia di App Store dan Play Store. Kamu bisa menginstallnya melalui link berikut:
App Store: https://apps.apple.com/us/app/schedio/id6446585131
Play Store: https://play.google.com/store/apps/details?id=dev.alfin.schedio
Sebenarnya kita bisa-bisa aja membuat Trading Plan secara manual, dengan cara mencatatnya di buku atau di aplikasi notes misalnya, namun aplikasi Schedio menawarkan fitur-fitur menarik, yaitu :
Plan Projection
Auto Calculate Transaction Fee
Trading Summary
Share Trading Plan
Customizable Theme & Currency Format
No Ads
Baik, setelah kita menginstallnya, saya akan menjelaskan langkah-langkah bagaimana cara menggunakan aplikasi Schedio untuk membuat Trading Plan dan memantau performa Trading kita.
Pada saat pertama kali menggunakan aplikasi Schedio, maka akan muncul tampilan Setup Wizard seperti foto di bawah, silakan masukkan Nama kamu, kemudian pilih bahasa, format mata uang, dan tema aplikasi.
Setup aplikasiUntuk membuat Trading Plan, kita bisa ke menu "My Trading Plans" kemudian klik icon "+" di sebelah kanan bawah. setelah itu silakan lengkapi formnya.
Membuat Trading PlanField yang ada simbol asterisk (bintang) warna merah itu menandakan bahwa field tersebut wajib diisi.
Jika formnya sudah dilengkapi, silakan tekan tombol "Calculate" untuk menghitung Potential Loss, Potential Profit, serta Risk Reward Ratio. dan jika dirasa Risk Reward Ratio yang didapatkan sudah oke, kita bisa tekan tombol "Create" untuk membuat Trading Plan.
Plan ProjectionUntuk mengeksekusi atau melakukan pembelian sesuai dengan Trading Plan yang telah kita buat tadi, silakan ke halaman "Trading Plan Details" dan tekan tombol "Execute".
Kita juga bisa mengedit harga beli & quantity apabila berbeda dengan Trading Plan yang telah kita buat.
Mengeksekusi Trading Plandan untuk melakukan penjualan, silakan ke halaman "Trading Plan Details" lagi dan tekan tombol "Sell", maka akan muncul popup seperti foto di bawah, lalu kita inputkan harga jual kita, dan aplikasi Schedio secara otomatis akan menghitung berapa profit / loss yang kita dapatkan.
Melakukan PenjualanYang terakhir, kita bisa mengevaluasi performa Trading kita selama ini, dengan cara melihat data Net Profit, Trading Performance, dan Profit Growth di menu "Trading Summary".
Net Profit : Seberapa banyak profit dari hasil Trading kita, jika hasilnya minus berarti kita mengalami kerugian.
Trading Performance : Grafik untuk memetakan Profit & Loss kita dalam Trading.
Profit Growth : Grafik untuk mengggambarkan pertumbuhan Profit kita.
Trading Summary - Net Profit & Trading Performance
Trading Summary - Profit GrowthOke mungkin itu saja yang bisa saya bagikan kali ini, kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat silakan Like & Share artikel ini ke teman-teman kamu atau jika kamu punya pertanyaan, tulis aja di kolom komentar, Thank you! ๐ ๐
Always open to new ideas ๐๏ธ
Articles that you might want to read.

Bagaimana harga saham bisa bergerak naik dan turun?

Tutorial membongkar dan memodifikasi aplikasi iOS ๐

Otomatisasi build, testing, screenshot, dan deployment aplikasi iOS ke Testflight & AppStore.